Jalur Prestasi Nonakademik SMPN 1 Garut Buktikan Kualitas, Empat Siswa Raih Prestasi

0
71

Garut, Selasa (11/8/2026) – Seleksi penerimaan peserta didik baru melalui jalur prestasi nonakademik di SMPN 1 Garut menunjukkan hasil yang membanggakan. Sejumlah siswa yang diterima melalui jalur tersebut mampu membuktikan prestasinya dengan kembali menorehkan juara dalam berbagai ajang olahraga dan seni.

Setidaknya empat siswa SMPN 1 Garut berhasil meraih prestasi dalam cabang pencak silat, karate, dan tari. Prestasi tersebut menjadi salah satu bukti bahwa proses seleksi peserta didik melalui jalur prestasi nonakademik dilakukan dengan mempertimbangkan potensi dan talenta yang dimiliki calon peserta didik.

Salah satunya adalah Ardhani, siswa kelas 8-C, yang berhasil meraih Juara 1 Yosilat National Championship yang digelar pada Sabtu-Minggu (8–9 Agustus 2026) di Si Jalak Harupat.

Ardhani

Ardhani merupakan anak pertama pasangan Solihin dan Yani Indriany. Ia mengaku bersyukur dan senang atas prestasi yang diraihnya. “Alhamdulillah, saya senang bisa mendapatkan juara 1. Menurut saya, proses tidak mengkhianati hasil,” ujar Ardhani.

Untuk mencapai prestasi tersebut, Ardhani mengaku menjalani latihan secara rutin hingga lima kali dalam sepekan. Ia juga memastikan aktivitas latihan tidak mengganggu kegiatan pembelajaran di sekolah. “Latihan lima kali dalam seminggu, tetapi tidak mengganggu pembelajaran,” katanya.

Ke depan, Ardhani bertekad untuk terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya agar dapat mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi yang telah diraih.

Qalesya Qaisara Noor Zhahira

Prestasi lainnya ditorehkan Qalesya Qaisara Noor Zhahira, siswa kelas 7-J. Dalam Kejuaraan Karate Liga Pelajar Seri 2, Qalesya berhasil meraih Juara 1 beregu dan Juara 2 perorangan Kata Pemula Putri.

Qalesya merupakan anak pertama dari empat bersaudara, putri pasangan Rudi Sugrino dan Hilda Widiastuti.

Sementara itu, Clara Azilia Monica, siswi kelas 7-F, turut menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil meraih Juara 2 Kejuaraan Tari Jaipong kategori SMP-SMA.

Clara Azilia Monica

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa Clara memiliki bakat dan potensi di bidang seni tari. Clara merupakan anak kedua dari tiga bersaudara, putri pasangan Umar Dani dan Herlin Wigantini.

Selain aktif mengembangkan bakatnya di bidang seni tari, Clara juga tengah mempersiapkan diri mengikuti ajang Road to Miss Tourism Pre Teen Jawa Barat 2026. Keikutsertaannya dalam ajang tersebut diharapkan menjadi pengalaman berharga sekaligus kesempatan bagi Clara untuk mengembangkan potensi, kepercayaan diri, serta memperkenalkan seni dan budaya Jawa Barat melalui talenta yang dimilikinya.

Prestasi keempat diraih Syaqila Nur Ramadhani, siswa kelas 7-E. Dalam Kejuaraan Karate Liga Pelajar Seri 2, Syaqila berhasil meraih Juara 2 kategori Pemula Kumite -42 kilogram Putri.

Syaqila merupakan anak pertama dari dua bersaudara, putri pasangan Cecep Saepul Latifa dan Fitri Nur Apriani.

Kepala SMPN 1 Garut, Rd. Yusup Satria Gautama, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas capaian para siswa. Menurutnya, prestasi yang diraih siswa, khususnya peserta didik kelas 7, menjadi bukti bahwa kebijakan penerimaan melalui jalur prestasi nonakademik memberikan dampak positif dalam pengembangan potensi peserta didik.

Rd. Yusup Satria Gautama, S.Pd.

“Alhamdulillah, siswa-siswi kelas 7 sekarang banyak yang menjadi juara dalam berbagai event di luar sekolah. Ada yang berprestasi di bidang karate, pencak silat, dan tari Jaipong,” ujar Yusup.

Menurutnya, capaian tersebut sekaligus menjadi bukti keseriusan SMPN 1 Garut dalam melaksanakan seleksi peserta didik baru, khususnya melalui jalur prestasi nonakademik.

“Ini menjadi bukti keberhasilan dan keseriusan SMPN 1 Garut dalam melaksanakan seleksi nonakademik dari bidang prestasi. Terbukti, banyak siswa-siswi kelas 7 yang mampu meraih juara,” katanya.

Yusup berharap dukungan orang tua terhadap potensi dan bakat anak terus diberikan. Menurutnya, keberhasilan siswa tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga agar potensi yang dimiliki dapat berkembang secara optimal.

“Kami mengimbau kepada para orang tua untuk tetap mendukung anak-anaknya agar terus berprestasi dan dapat meningkatkan prestasinya ke jenjang yang lebih tinggi,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)