Garut, Senin (20/7/2026) – Mengawali Tahun Ajaran 2026/2027, SMP Negeri 1 Garut kembali menunjukkan kiprahnya sebagai sekolah berprestasi. Sejumlah peserta didik berhasil mengukir prestasi membanggakan di berbagai ajang nonakademik tingkat kabupaten hingga provinsi.
Prestasi tersebut diraih dari cabang seni bela diri tradisional, olahraga prestasi, hingga olahraga tarung. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa SMPN 1 Garut tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan ruang yang luas bagi pengembangan bakat dan minat peserta didik.

Salah satu prestasi diraih Chila Callista Putri yang berhasil menjadi Juara 1 Perorangan Pra-Remaja Putri dan Juara 1 Berkelompok Pra-Remaja Putri pada Lomba Seni Tradisi dan Festival Pencak Silat Tingkat Kabupaten Garut.
Prestasi berikutnya diraih Muhammad Raziq Dzikri, siswa kelas 7-K, yang sukses menjadi juara pada kejuaraan Stand Up Fight dan Street Boxing Amatir Terbuka Antar Sasana/Camp se-Indonesia bertema “Fighter Reborn Series 8th”.
Sementara itu, Adzka Alfarizki Nasution turut mengharumkan nama sekolah dengan meraih Juara II Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Jenjang SMP Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.

Kepala SMP Negeri 1 Garut, Rd. Yusup Satria Gautama, S.Pd., mengaku bersyukur atas capaian para siswanya yang telah mengawali tahun pelajaran dengan sederet prestasi membanggakan.
“Alhamdulillah, di awal tahun pelajaran ini peserta didik SMPN 1 Garut sudah mempersembahkan tiga prestasi yang membanggakan di bidang nonakademik. Tujuan kami sederhana, yaitu mengelola dan terus memajukan sekolah. Karena itu, apa pun bentuk kegiatan positif yang diikuti peserta didik akan selalu kami dukung,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari sinergi yang baik antara sekolah, orang tua, serta para pembina yang terus memberikan pendampingan kepada peserta didik sesuai dengan potensi masing-masing.

“Kami terus berkoordinasi dengan orang tua. Dukungan dari keluarga sangat besar sehingga anak-anak mampu meraih prestasi. Kami juga ingin memberikan pemahaman bahwa prestasi tidak hanya dibangun melalui akademik, tetapi juga melalui bidang nonakademik yang sama pentingnya,” katanya.
Rd. Yusup menambahkan, ke depan SMPN 1 Garut akan terus meningkatkan pembinaan prestasi di seluruh bidang. Pada tahun ini, sekolah telah menorehkan hasil membanggakan pada berbagai ajang seperti O2SN, dan FLS3N. Pihaknya optimistis prestasi serupa juga akan diraih pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI).
Di bidang akademik, SMPN 1 Garut juga terus memperkuat pembinaan. Menurutnya, hasil seleksi peserta didik melalui jalur prestasi akademik menunjukkan kualitas yang sangat baik sehingga sekolah optimistis mampu kembali meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi.
“Kami tidak membeda-bedakan antara prestasi akademik maupun nonakademik. Keduanya sama-sama menjadi prioritas sekolah dan akan terus kami dukung agar peserta didik SMPN 1 Garut mampu berprestasi di tingkat kabupaten, provinsi, nasional, bahkan internasional,” pungkasnya.
Informasi terbaru, salah seorang murid kelas VII-J SMPN 1 Garut, Qalesya Qaisara Noor Zhahira, turut mengharumkan nama sekolah dengan mempersembahkan empat medali dari cabang olahraga karate, yang terdiri atas dua medali emas dan dua medali perak. Prestasi ini menjadi pencapaian perdana bagi SMPN 1 Garut pada awal Tahun Ajaran 2026/2027 sekaligus menjadi buah tangan membanggakan yang diraih Qalesya selama masa libur sekolah.

Rangkaian prestasi tersebut diraih melalui berbagai ajang bergengsi. Qalesya berhasil meraih Juara 1 Beregu Pemula Putri pada Liga Pelajar se-Jawa Barat yang digelar di Bandung, 29–31 Mei 2026. Selanjutnya, ia kembali meraih Juara 1 Beregu Pemula Putri pada Kejuaraan Nasional Kapolri Cup di Tangerang, 25–28 Juni 2026.
Tak berhenti di situ, pada Sirkuit Karate Seri 2 Jawa Barat yang berlangsung di Cirebon, 3–5 Juli 2026, Qalesya kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara 2 Perorangan Pemula Putri dan Juara 2 Beregu Pemula Putri. (Jajang Sukmana)
































