Di Bawah Kepemimpinan Deden Susan Andriansah, SMPN 8 Garut Mulai Tunjukkan Eksistensi dan Prestasi

0
45
Kepala SMPN 8 Garut, Deden Susan Andriansah, S.Pd., M.Pd.

Garut, Senin (8/6/2026) – Sejak dipimpin oleh Kepala SMPN 8 Garut, Deden Susan Andriansah, S.Pd., M.Pd., sekolah yang berlokasi di Kampung Lebak Gede RT 03/RW 04, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Garut Kota ini mulai menunjukkan perkembangan yang signifikan. Berbagai pembenahan dilakukan untuk mengangkat eksistensi sekolah sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Menurut Deden, ketika mulai memimpin SMPN 8 Garut, banyak hal yang harus ditata, mulai dari penataan lingkungan sekolah, penggalian potensi peserta didik, perubahan pola pikir guru, hingga peningkatan partisipasi sekolah dalam berbagai kegiatan dan perlombaan.

“Di SMPN 8 Garut sebenarnya banyak potensi yang bisa dikembangkan, baik di bidang akademik maupun non-akademik. Tugas kami adalah menggali dan mengoptimalkan potensi tersebut agar sekolah semakin dikenal masyarakat,” ujarnya.

Pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Pelajaran 2026/2027 melalui jalur prestasi akademik dan non-akademik, SMPN 8 Garut telah menerima 60 pendaftar dari kebutuhan sebanyak 108 murid yang akan terbagi ke dalam tiga rombongan belajar (rombel).

Kepala SMPN 8 Garut, Deden Susan Andriansah, S.Pd., M.Pd.

Deden menjelaskan, karena SMPN 8 Garut termasuk sekolah dengan skala kecil, persyaratan jalur prestasi dibuat lebih inklusif dengan menggabungkan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan nilai rapor. Selain itu, prestasi di tingkat desa, kecamatan, maupun juara kelas juga dapat menjadi pertimbangan dalam seleksi jalur prestasi.

Untuk jalur domisili, afirmasi, dan mutasi, pihak sekolah akan memprioritaskan calon murid dari wilayah Kelurahan Cimuncang, terutama lulusan SDN 1, SDN 2, SDN 3, dan SDN 4 Cimuncang. Namun demikian, sekolah tetap membuka peluang bagi calon murid dari wilayah sekitar yang berdekatan dengan sekolah, termasuk dari Kecamatan Karangpawitan.

“Posisi SMPN 8 Garut berada di perbatasan Kecamatan Garut Kota dan Kecamatan Karangpawitan. Karena itu, kami juga membuka kesempatan bagi masyarakat dari wilayah sekitar yang dekat dengan sekolah,” katanya.

Ia menambahkan, prinsip pemerataan pendidikan tetap menjadi perhatian. Karena itu, sekolah-sekolah di setiap kelurahan diutamakan untuk melayani masyarakat di wilayahnya masing-masing, kecuali bagi calon murid yang secara geografis lebih dekat ke sekolah tertentu.

Meski belum selalu meraih gelar juara, Deden menegaskan bahwa sejak awal kepemimpinannya SMPN 8 Garut berkomitmen mengikuti seluruh ajang perlombaan dan kegiatan yang diselenggarakan di berbagai tingkatan. Mulai dari Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI), hingga berbagai kompetisi akademik dan non-akademik lainnya.

“Kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa di SMPN 8 Garut banyak kegiatan yang dapat mengembangkan bakat dan minat murid. Karena itu semua perlombaan kami ikuti. Kalau hari ini belum juara, setidaknya kami sedang membangun budaya berkompetisi dan keberanian untuk tampil,” ungkapnya.

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Salah satu prestasi membanggakan diraih pada ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) tingkat rayon, di mana SMPN 8 Garut mampu bersaing bahkan mengungguli sejumlah sekolah besar di wilayah Rayon 1 yang terdiri dari 17 SMP negeri.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa potensi murid SMPN 8 Garut tidak kalah dengan sekolah-sekolah yang selama ini lebih dikenal masyarakat. Semangat para guru pun semakin tumbuh karena melihat kemampuan peserta didik yang terus berkembang.

Deden optimistis, dengan kerja sama seluruh warga sekolah dan dukungan masyarakat, SMPN 8 Garut akan semakin menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu sekolah negeri yang mampu melahirkan prestasi dan menjadi pilihan masyarakat di wilayah Garut Kota maupun sekitarnya.

“Kami terus berupaya membangun kepercayaan masyarakat. Yang terpenting adalah memberikan pelayanan pendidikan terbaik dan membuka ruang seluas-luasnya bagi murid untuk berkembang sesuai potensinya,” pungkasnya. (Jajang Sukmana)