Garut – Dinas Pendidikan Kabupaten Garut mengakhiri rangkaian Serah Terima Jabatan (Sertijab) kepala sekolah sebagai tindak lanjut rotasi, mutasi, dan promosi kepala sekolah jenjang SMP. Kali ini, Sertijab dilaksanakan bagi lima kepala SMP Negeri, yakni SMPN 3 Banyuresmi, SMPN 1 Cibatu, SMPN 1 Kadungora, SMPN 2 Leuwigoong, dan SMPN 4 Malangbong.
Kegiatan berlangsung di SMPN 2 Leuwigoong, Jalan Desa Dungusiku, Kecamatan Leuwigoong, Rabu (29/7/2026), dan dihadiri Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Teguh Iman Pribadi, S.Kom., jajaran Kepala Seksi Bidang SMP, Ketua Rayon 4 H. Edi Sutisna, S.Pd., M.Pd., para pengawas bina Rayon 3, 4, dan 5, serta sejumlah kepala SMP.

Adapun serah terima jabatan yang dilaksanakan meliputi Kepala SMPN 3 Banyuresmi dari Sri Dewi Purmanawati kepada Dedi Supriadi, S.Pd., Kepala SMPN 1 Cibatu dari Iwan Ridwan, S.Pd. kepada Jajang Permana, S.Pd., Kepala SMPN 1 Kadungora dari Hj. Mas Cucu Julaeha, S.Pd.I., M.Pd. kepada Nenden Sri Rahayu Kurniawati, S.Pd., M.Pd., Kepala SMPN 2 Leuwigoong dari H. Edi Sutisna, S.Pd., M.Pd. kepada Sopiyan, S.Pd.I., M.Ag., serta Kepala SMPN 4 Malangbong dari Nenden Sri Rahayu Kurniawati, S.Pd., M.Pd. kepada Jajang Yusup, S.Pd.
Pelaksanaan Sertijab merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Bupati Garut Nomor 800.1.3.3/KEP.408-BKD/2026 tanggal 1 Juli 2026 tentang Penugasan Pejabat Fungsional Guru sebagai Kepala Sekolah pada SMP Negeri. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses administrasi sekaligus penyerahan tanggung jawab kepemimpinan dari kepala sekolah lama kepada kepala sekolah yang baru.

Dalam pelaksanaannya, kepala sekolah lama menyerahkan berbagai dokumen penting kepada kepala sekolah yang baru, mulai dari laporan keuangan sekolah semester pertama, administrasi kepegawaian, hingga dokumen kurikulum. Untuk mendukung kelancaran proses tersebut, bendahara sekolah serta guru maupun tenaga kependidikan yang menangani bidang kepegawaian dan kurikulum turut dihadirkan sehingga seluruh dokumen dapat diverifikasi bersama secara terbuka dan akuntabel.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Teguh Iman Pribadi, S.Kom., menegaskan bahwa Sertijab bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk memastikan proses transisi kepemimpinan berlangsung secara tertib dan menyeluruh.

“Kegiatan serah terima jabatan ini bukan semata-mata seremoni. Harus ada tindak lanjut karena kepala sekolah yang baru perlu mengetahui secara utuh kondisi sekolah yang akan dipimpinnya, mulai dari kondisi keuangan, kehadiran guru, berbagai kendala yang dihadapi, sarana dan prasarana, hingga administrasi lainnya,” ujarnya.
Menurut Teguh, aspek keuangan menjadi salah satu bagian yang harus mendapat perhatian serius dalam proses verifikasi. Apabila terdapat hal-hal yang perlu dipertanyakan atau diperjelas, maka momen Sertijab merupakan waktu yang tepat untuk menyelesaikannya sehingga kepala sekolah yang baru dapat menjalankan tugas dengan tenang dan penuh tanggung jawab.

“Melalui Sertijab ini diharapkan proses transisi kepemimpinan berjalan tertib, administrasi sekolah terselesaikan dengan baik, dan kepala sekolah yang baru dapat segera melaksanakan tugas serta program kerja di sekolah masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Rayon 4, H. Edi Sutisna, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa Sertijab menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Menurutnya, proses serah terima yang dilakukan secara terbuka dan tertib akan memudahkan kepala sekolah yang baru dalam melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus melakukan pembenahan sesuai kebutuhan sekolah.
Ia berharap seluruh kepala sekolah yang mendapat amanah baru dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerjanya, membangun kolaborasi bersama guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, serta masyarakat, sehingga mutu layanan pendidikan di masing-masing satuan pendidikan terus meningkat.(Jajang Sukmana)


































