Garut – Dinas Pendidikan Kabupaten Garut kembali melaksanakan rangkaian Serah Terima Jabatan (Sertijab) kepala sekolah sebagai tindak lanjut rotasi, mutasi, dan promosi kepala sekolah jenjang SMP. Kali ini, Sertijab dilaksanakan bagi kepala sekolah di SMP Negeri 2 Cihurip, SMP Negeri Satu Atap 1 Pamulihan, SMP Negeri 1 Peundeuy, dan SMP Negeri Satu Atap 1 Peundeuy. Kegiatan berlangsung di SMP Negeri 1 Bayongbong, Selasa (28/7/2026).
Adapun yang melaksanakan serah terima jabatan yakni SMP Negeri 2 Cihurip dari Taofik Ridwan, S.Pd., M.Pd. kepada Ai Kustini, S.Pd.I., M.Pd.; SMP Negeri 1 Peundeuy dari Al Amin Sulaeman, S.Ag. kepada Fitri Nurbani, S.Pd., M.Pd.; SMP Negeri Satu Atap 1 Peundeuy dari Encep Nugraha, S.Pd. kepada Alamsyah, S.Pd., M.M.; serta SMP Negeri Satu Atap 1 Pamulihan dari Ikin Sodikin, S.Pd.I., M.A. kepada Siti Ahadiah Nurjanah, S.Pd., M.Pd.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Teguh Iman Pribadi, S.Kom., jajaran Kepala Seksi Bidang SMP, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKPS) Kabupaten Garut Dr. Endang Kasupardi, M.Pd., Ketua Rayon 6, serta para kepala SMP di lingkungan Rayon 6.

Pelaksanaan Sertijab merupakan tindak lanjut Surat Keputusan Bupati Garut Nomor 800.1.3.3/KEP.408-BKD/2026 tanggal 1 Juli 2026 tentang Penugasan Pejabat Fungsional Guru sebagai Kepala Sekolah pada SMP Negeri. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses administrasi sekaligus penyerahan tanggung jawab kepemimpinan dari kepala sekolah lama kepada kepala sekolah yang baru.
Dalam pelaksanaannya, kepala sekolah lama menyerahkan berbagai dokumen penting kepada kepala sekolah yang baru, mulai dari laporan keuangan sekolah semester pertama, administrasi kepegawaian, hingga dokumen kurikulum. Untuk mendukung kelancaran proses tersebut, bendahara sekolah serta guru atau tenaga kependidikan yang menangani bidang kepegawaian dan kurikulum turut dihadirkan sehingga seluruh dokumen dapat diverifikasi secara bersama.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Teguh Iman Pribadi, S.Kom., menegaskan bahwa Sertijab bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting untuk memastikan proses transisi kepemimpinan berjalan dengan baik.
“Kegiatan serah terima jabatan ini bukan semata-mata seremoni. Harus ada tindak lanjut karena kepala sekolah yang baru perlu mengetahui secara utuh kondisi sekolah yang akan dipimpinnya, mulai dari kondisi keuangan, kehadiran guru, berbagai kendala yang dihadapi, sarana dan prasarana, hingga administrasi lainnya,” ujarnya.
Menurut Teguh, aspek keuangan menjadi salah satu hal yang harus mendapat perhatian serius dalam proses verifikasi. Apabila terdapat hal-hal yang perlu dipertanyakan atau diperjelas, maka momen Sertijab merupakan waktu yang tepat untuk menyelesaikannya sehingga kepala sekolah yang baru dapat menjalankan tugas dengan tenang dan penuh tanggung jawab.
“Melalui Sertijab ini diharapkan proses transisi kepemimpinan berjalan tertib, administrasi sekolah terselesaikan dengan baik, dan kepala sekolah yang baru dapat segera melaksanakan tugas serta program kerja di sekolah masing-masing,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua MKPS Kabupaten Garut, Dr. Endang Kasupardi, M.Pd., berharap pergantian kepemimpinan ini membawa semangat baru bagi setiap satuan pendidikan dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Ia juga mengajak para kepala sekolah yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, membangun kolaborasi bersama seluruh warga sekolah, serta melanjutkan program-program yang telah berjalan dengan tetap menghadirkan berbagai inovasi demi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Garut. (Jajang Sukmana)


































