Garut — MTs Persis Tarogong kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026. Lima siswa MTs Persis Tarogong berhasil meraih prestasi pada sejumlah kategori lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Garut.
FTBI 2026 dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, bertempat di Kampus IPI Kabupaten Garut. Kegiatan ini diikuti oleh siswa jenjang SMP sederajat dari berbagai sekolah se-Kabupaten Garut sebagai bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan bahasa serta sastra daerah, khususnya bahasa Sunda.

Lima Prestasi yang Diraih
- Muhammad Jabbar Faturahman — Juara ke-2 Lomba Maca Sajak
- Kirana Elmira Irawan — Juara ke-2 Lomba Maca-Nulis Aksara Sunda
- Quinzha Muthiara R. — Juara ke-3 Lomba Mendongeng
- Muhammad Rizky Firdaus — Juara ke-3 Lomba Biantara
- Adzkia Witria M. — Juara Harapan ke-2 Lomba Maca Sajak

Prestasi tersebut semakin istimewa karena MTs Persis Tarogong menjadi satu-satunya sekolah di bawah pembinaan Kementerian Agama Kabupaten Garut yang berhasil meraih juara pada kategori-kategori tersebut. Keberhasilan ini sekaligus menunjukkan bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan berprestasi dalam ajang kebahasaan dan kesastraan tingkat kabupaten.
Kepala MTs Persis Tarogong, Isep Syaepudin, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas capaian para siswa. Menurutnya, prestasi tersebut bukan sekadar hasil perlombaan, tetapi merupakan bagian dari proses pendidikan yang menumbuhkan keberanian, kecintaan terhadap budaya, serta kemampuan siswa dalam mengembangkan potensi dirinya.

“Kami sangat mengapresiasi perjuangan dan proses yang telah dilalui anak-anak. Prestasi ini menjadi bukti bahwa ketika potensi siswa dibina secara konsisten dan didukung oleh berbagai pihak, mereka mampu tampil dan bersaing dengan baik. Yang terpenting, kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi juara, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang mencintai bahasa dan budaya Sunda,” ungkap Isep Syaepudin.
Hal senada disampaikan Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MTs Persis Tarogong, Rofiqly Taufik, S.Pd. Ia menilai capaian tersebut merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Prestasi ini lahir dari proses. Anak-anak berlatih, belajar dari pengalaman, kemudian berani tampil dan berkompetisi. Kami berharap capaian tahun ini semakin memotivasi siswa lainnya untuk berani mengembangkan bakat dan mengikuti berbagai ajang prestasi,” tuturnya.
Keberhasilan MTs Persis Tarogong dalam FTBI bukanlah capaian yang hadir secara tiba-tiba. Pada FTBI tahun 2025, MTs Persis Tarogong juga berhasil meraih juara dalam kategori Borangan, Maca Sajak, Biantara, Mendongeng, serta Maca-Nulis Aksara Sunda. Bahkan, pada tahun yang sama, salah satu siswa MTs Persis Tarogong berhasil menjadi perwakilan Kabupaten Garut di tingkat Provinsi Jawa Barat pada kategori Maca-Nulis Aksara Sunda.
Konsistensi tersebut menunjukkan adanya proses pembinaan yang terarah dan berkelanjutan dalam pengembangan bahasa serta sastra Sunda di lingkungan MTs Persis Tarogong.

Capaian ini merupakan buah dari sinergi antara Unit Lembaga Bahasa, Ekstrakurikuler Seni Sastra, dan MGMP Basa Sunda MTs Persis Tarogong. Kolaborasi antarlembaga dan pembina tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan ruang kepada siswa untuk berlatih, berekspresi, sekaligus mengembangkan kemampuan berbahasa dan bersastra.
Lebih dari sekadar raihan piala, prestasi FTBI 2026 menjadi bukti bahwa pelestarian bahasa dan budaya daerah dapat berjalan beriringan dengan pengembangan potensi generasi muda. MTs Persis Tarogong pun kembali menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan siswa-siswa yang berprestasi, berbudaya, dan memiliki kecintaan terhadap bahasa serta sastra daerah. (*)







































