Perjuangan Aisyah Melawan Leukemia Menginspirasi, SDN 1 Karangsari dan Baznas Salurkan Dukungan

0
17
Penyerahan donasi dari Baznas dan keluarga besar SDN 1 Karangsari kepada Aisyah (Lida) sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama.

Garut, Leuwigoong, 23 Juni 2026 – Momen haru mewarnai kegiatan Silaturahmi Alumni, Kenaikan Kelas, dan Paturay Tineung SDN 1 Karangsari ketika sekolah memberikan penghargaan khusus kepada Aisyah (Lida), siswi kelas V yang tengah berjuang melawan penyakit leukemia.

Meski kondisi kesehatannya mengharuskan menjalani transfusi darah secara rutin dan belum memungkinkan mengikuti berbagai perlombaan, Aisyah tetap menunjukkan semangat luar biasa dalam mengembangkan bakat dan kreativitasnya.

Di tengah perjuangannya melawan penyakit yang diderita, Aisyah mampu menghasilkan berbagai karya seni, salah satunya kaligrafi yang mendapat apresiasi dari guru, teman-teman, dan para tamu yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Penghargaan yang diberikan sekolah menjadi bentuk dukungan sekaligus motivasi agar Aisyah terus semangat menjalani pengobatan dan tetap percaya diri mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Kepedulian terhadap Aisyah juga datang dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang memberikan santunan untuk membantu meringankan biaya pengobatan sekaligus memberikan dukungan moral bagi proses penyembuhannya.

Tidak hanya itu, keluarga besar SDN 1 Karangsari turut menunjukkan rasa empati melalui aksi penggalangan donasi spontan yang dilakukan saat kegiatan berlangsung. Guru, siswa, orang tua, dan para tamu yang hadir secara sukarela memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian terhadap Aisyah dan keluarganya.

Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung penuh kehangatan. Tanpa dikomando, bantuan terus mengalir sebagai wujud solidaritas dan rasa kekeluargaan yang telah tumbuh kuat di lingkungan sekolah.

Kepala SDN 1 Karangsari, Dedeh Jubaedah, menyampaikan bahwa dukungan yang diberikan bukan semata bantuan materi, melainkan bentuk perhatian dan kasih sayang keluarga besar sekolah kepada salah satu siswinya yang sedang menghadapi ujian berat.

Menurutnya, semangat Aisyah dalam berkarya meski sedang menjalani pengobatan menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk tidak mudah menyerah dalam menghadapi berbagai tantangan.

Momen tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian, empati, dan gotong royong. Dukungan dari Baznas, sekolah, alumni, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi Aisyah untuk terus berjuang meraih kesembuhan dan mewujudkan cita-citanya. (*)