GARUT — Semangat gotong royong kembali dihidupkan keluarga besar SMKN 15 Garut melalui Aksi Ekologi dalam rangka memperingati World Cleanup Day (WCD) 2026, Jumat (18/9/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di kawasan sekolah tersebut tidak sekadar menjadi aksi membersihkan lingkungan, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkuat karakter gotong royong di kalangan generasi muda.
Di tengah perkembangan era digital yang semakin mendorong aktivitas individual, aksi bersama ini menjadi ruang bagi para siswa untuk kembali membangun kebersamaan melalui kegiatan nyata. Para siswa, guru, dan tenaga kependidikan bergerak bersama membersihkan berbagai area di lingkungan sekolah.

Kepala SMKN 15 Garut, Rahayu, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan bukan hanya berkaitan dengan kondisi fisik lingkungan, tetapi juga menyangkut kepedulian dan tanggung jawab bersama.
“Kebersihan adalah sebagian dari iman, raga diriksa, lingkungan dipelihara, bersahabat dengan alam,” tutur Rahayu.
@smknegeri15garut 🌿 WORLD CLEANUP DAY 2026 🌿 Bersih lingkungannya, sehat warganya, nyaman sekolahnya! 💚 Dalam rangka memperingati World Cleanup Day, seluruh warga SMKN 15 Garut bersama-sama melaksanakan kegiatan kebersihan di lingkungan sekolah. Mulai dari peserta didik, guru, hingga tenaga kependidikan, semuanya bergerak dan bergotong royong untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman. 🧹🌱 Karena menjaga kebersihan bukan hanya tugas sebagian orang, tetapi tanggung jawab kita bersama. Mari jadikan semangat gotong royong hari ini sebagai kebiasaan untuk menjaga lingkungan setiap hari. 🌏✨ Satu aksi kecil, berdampak besar bagi bumi! SMKN 15 Garut — Bersih, Sehat, dan Peduli Lingkungan! 💚 #WorldCleanupDay #WorldCleanupDay2026 #SMKN15Garut #GerakanBersih #PeduliLingkungan @Rahayu Tofan Anugrah
Ia menegaskan, semangat gotong royong perlu terus dipupuk di lingkungan sekolah. Sebab, kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya dibangun melalui pengetahuan, tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan bersama.
“Perubahan besar untuk bumi tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan kepedulian dan kebersamaan dari semua pihak,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Aksi Ekologi, Eva Fauziah Nursaumi, S.Pd., M.Pd., memimpin langsung kegiatan di lapangan bersama jajaran pendidik, tenaga kependidikan, dan seluruh siswa.
Para siswa dibagi ke dalam sejumlah kelompok untuk menyisir berbagai sudut kawasan sekolah. Mereka bekerja secara bersama-sama, mulai dari mengumpulkan sampah, membersihkan halaman, hingga menata lingkungan agar lebih bersih dan nyaman.
Suasana kebersamaan terlihat sepanjang kegiatan. Keringat, canda, dan tawa yang mengiringi aktivitas para siswa menjadi gambaran sederhana bahwa nilai gotong royong masih memiliki tempat penting dalam kehidupan generasi muda.
Melalui Aksi Ekologi World Cleanup Day 2026, SMKN 15 Garut tidak hanya mengajak warganya menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, tetapi juga menanamkan pesan bahwa menjaga bumi merupakan tanggung jawab bersama. Dari lingkungan sekolah, semangat kepedulian itu diharapkan tumbuh menjadi kebiasaan yang dibawa siswa dalam kehidupan sehari-hari. (Rahayu Tofan Anugrah)




































