SMPN 1 Bayongbong Juara 2 LCC SMP Kabupaten Garut 2026, Perjalanan Panjang Berbuah Prestasi

0
34

GARUT — SMP Negeri 1 Bayongbong berhasil meraih Juara 2 Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SMP Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026. Prestasi tersebut menjadi puncak dari perjalanan panjang tim sekolah yang sebelumnya harus melewati persaingan ketat mulai dari tingkat Subrayon/Satuan Koordinasi Wilayah (Satkorwil) hingga babak semifinal kabupaten.

Pada babak final LCC SMP Tingkat Kabupaten Garut 2026, SMPN 1 Bayongbong yang mewakili Subrayon 6 berhasil mengumpulkan 800 poin. Perolehan tersebut hanya terpaut 50 poin dari SMPN 1 Leles dari Subrayon 4 yang tampil sebagai Juara 1 dengan raihan 850 poin.

Sementara itu, Juara 3 diraih SMPN 1 Sukawening dari Subrayon 3 dengan 780 poin, sedangkan Juara 4 ditempati SMPN 1 Kersamanah dari Subrayon 5 dengan 680 poin.

Capaian SMPN 1 Bayongbong tersebut tidak diraih secara instan. Perjalanan menuju babak final diawali dengan keberhasilan menjadi Juara 1 LCC Tingkat Subrayon/Satkorwil 6 Tahun 2026 yang berlangsung di Bale Sawala SMPN 1 Bayongbong, Jalan Raya Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, Rabu (26/8/2026).

Dalam kompetisi tersebut, SMPN 1 Bayongbong berhasil mengungguli peserta lainnya. Juara 2 diraih SMPN 3 Cisurupan, sedangkan Juara 3 diraih SMPN 2 Cikajang.

LCC Tingkat Subrayon/Satkorwil 6 mengusung tema “Menguatkan Karakter, Mengukir Prestasi Literasi, Mewujudkan Generasi Garut Hebat” dan diikuti peserta dari 28 SMP negeri serta 76 SMP swasta yang berada di wilayah Subrayon/Satkorwil 6.

Ketua Subrayon 6 yang juga Kepala SMPN 1 Bayongbong, Herdi Mulyana RH, S.Pd., M.Pd., mengatakan keberhasilan tim sekolahnya merupakan buah dari proses pembinaan, pengalaman, evaluasi, dan persiapan yang dilakukan secara sungguh-sungguh.

“Capaian ini tidak asal-asalan dan tidak instan, tetapi ada proses di baliknya. Pengalaman tahun kemarin kami jadikan pembelajaran dan bahan evaluasi,” ujar Herdi.

Menurutnya, masukan dari para guru menjadi salah satu bahan penting dalam mempersiapkan tim LCC. Sekolah terlebih dahulu melaksanakan seleksi dan LCC di tingkat sekolah untuk mendapatkan peserta terbaik yang kemudian dipercaya mewakili SMPN 1 Bayongbong pada tingkat Subrayon/Satkorwil.

“Dari tiga peserta yang diturunkan, kami memilih yang terbaik hasil dari proses seleksi. Bahkan, salah seorang peserta merupakan murid kelas VII. Ini menunjukkan bahwa pembinaan dan regenerasi harus terus dilakukan,” katanya.

Setelah menjadi juara tingkat Subrayon, perjuangan SMPN 1 Bayongbong berlanjut pada LCC tingkat Kabupaten Garut. Tim tersebut kemudian tampil pada babak semifinal sesi keempat, yang berlangsung dalam persaingan sangat ketat.

Drama terjadi ketika terdapat perolehan nilai yang sama sehingga panitia harus membuka soal cadangan untuk menentukan tim yang berhak melaju ke babak final. Pada soal cadangan pertama, tidak ada peserta yang mampu memberikan jawaban.

Ketegangan semakin terasa ketika soal cadangan kedua diberikan. Jawaban “Boboko” akhirnya menjadi penentu dan mengantarkan SMPN 1 Bayongbong lolos ke babak final LCC SMP Kabupaten Garut 2026.

Kelolosan tersebut menjadi momentum penting bagi tim. Mereka kemudian kembali berhadapan dengan tiga finalis lainnya, yakni SMPN 1 Leles, SMPN 1 Sukawening, dan SMPN 1 Kersamanah.

Dalam babak final, persaingan berlangsung ketat. SMPN 1 Leles akhirnya mengamankan posisi teratas dengan 850 poin, disusul SMPN 1 Bayongbong dengan 800 poin. Selisih hanya 50 poin menunjukkan ketatnya persaingan antartim terbaik yang telah melewati rangkaian kompetisi dari tingkat Subrayon hingga kabupaten.

Bagi keluarga besar SMPN 1 Bayongbong, Juara 2 tingkat Kabupaten Garut menjadi capaian yang membanggakan. Prestasi tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara bertahap, evaluasi dari pengalaman sebelumnya, serta keberanian memberikan ruang kepada peserta didik untuk berkembang dapat mengantarkan sekolah mencapai prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

Herdi menilai perjalanan tim LCC tersebut juga memberikan pelajaran penting bahwa keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh hasil akhir, tetapi oleh proses yang dijalani sejak tahap persiapan.

“Proses dan kerja keras tidak akan mengkhianati hasil,” ujarnya.

Prestasi Juara 2 Kabupaten Garut 2026 diharapkan menjadi motivasi bagi peserta didik SMPN 1 Bayongbong untuk terus meningkatkan kemampuan akademik, memperkuat karakter, membangun kekompakan, serta menumbuhkan budaya literasi dan semangat berprestasi.

Perjalanan dari juara Subrayon, lolos melalui drama soal cadangan di semifinal, hingga akhirnya menjadi Juara 2 Kabupaten Garut menunjukkan bahwa SMPN 1 Bayongbong bukan sekadar datang untuk berkompetisi, tetapi membawa proses pembinaan dan semangat regenerasi yang menjadi modal penting untuk menghadapi kompetisi-kompetisi berikutnya. (Jajang Sukmana)