FLS3N Tingkat Kabupaten Garut 2026 Diikuti 371 Siswa dari 42 Kecamatan

0
89

GARUT, Kamis (21/5/2026) – Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang Sekolah Dasar Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026 resmi digelar pada Kamis, 21 Mei 2026. Kegiatan yang menjadi ajang pengembangan bakat dan kreativitas peserta didik ini diikuti oleh 371 siswa terbaik hasil seleksi tingkat kecamatan dari 42 kecamatan se-Kabupaten Garut.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Asep Wawan Budiman, S.Pd., M.Si., secara resmi membuka acara, dan memberikan apresiasinya kepada Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Garut beserta seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan pelaksanaan FLS3N.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bidang SD, panitia, para kepala sekolah, guru pembimbing, dan dewan juri yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan sungguh-sungguh,” katanya.

Ia menegaskan bahwa FLS3N merupakan program rutin Kementerian Pendidikan yang bertujuan menjaring minat dan bakat peserta didik di bidang seni dan sastra, serta menjadi tahap awal menuju kompetisi tingkat Provinsi Jawa Barat hingga tingkat nasional.

Kepala Dinas berpesan kepada seluruh peserta agar fokus menampilkan kemampuan terbaik, bukan semata-mata mengejar gelar juara. “Jangan terlalu memikirkan harus menjadi juara. Yang terpenting adalah tampil maksimal dan percaya diri. Jika kalian tampil dengan baik, maka prestasi akan mengikuti dengan sendirinya,” pesannya.

Menurutnya, kesiapan mental merupakan faktor penting dalam kompetisi, terutama ketika peserta nantinya mewakili Kabupaten Garut di tingkat provinsi dan nasional.

Asep Wawan Budiman juga menekankan pentingnya objektivitas dewan juri dalam menilai seluruh peserta. “Penilaian harus dilakukan secara profesional, jujur, dan sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Juara harus benar-benar merupakan peserta terbaik,” tegasnya.

Ia mengajak semua pihak untuk mempercayakan proses penilaian kepada dewan juri yang kompeten dan independen.

Kepala Dinas berharap para juara tingkat kabupaten nantinya dapat dibina secara intensif agar siap bersaing dengan 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat pada FLS3N tingkat provinsi. “Para juara jangan berhenti setelah menjadi terbaik di Kabupaten Garut. Mereka harus terus dibimbing agar mampu meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan, FLS3N Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026 diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan berprestasi, sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Garut di tingkat provinsi maupun nasional.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Kepala Bidang Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Ai Sadidah, S.Pd., M.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa FLS3N merupakan wadah strategis untuk memberikan ruang kepada peserta didik dalam mengekspresikan bakat, minat, kreativitas, dan potensi di bidang seni dan sastra.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir generasi yang kreatif, percaya diri, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki apresiasi yang tinggi terhadap seni, budaya, dan sastra Indonesia,” ujar Ai Sadidah.

Pada tahun ini, FLS3N jenjang SD mempertandingkan tujuh cabang lomba, yaitu: Gambar Bercerita, Menyanyi Solo, Kriya, Mendongeng, Menulis Cerita, Pantomim, dan Tari.

Kegiatan dilaksanakan selama satu hari di empat lokasi berbeda di Kecamatan Tarogong Kidul, yaitu: Aula Mini SMA Al-Musaddadiyah untuk cabang Menyanyi Solo; Aula PGRI Kecamatan Tarogong Kidul untuk cabang Tari; SDN 4 Pataruman untuk cabang Pantomim, Mendongeng, dan Kriya; dan SDN 1 Jayaraga untuk cabang Menulis Cerita dan Gambar Bercerita.

Adapun rincian jumlah peserta yang mengikuti FLS3N tahun ini adalah sebagai berikut: Gambar Bercerita: 41 peserta, Menyanyi Solo: 41 peserta, Kriya: 37 peserta, Mendongeng: 40 peserta, Menulis Cerita: 38 peserta, Pantomim: 72 peserta (36 pasangan dari 36 kecamatan), Tari: 102 peserta (34 kelompok dari 34 kecamatan),Secara keseluruhan, jumlah peserta mencapai 371 siswa.

FLS3N Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026 mengusung tema: “Menumbuhkan Karakter Bangsa melalui Kreativitas dan Apresiasi Seni Budaya.” Tema tersebut selaras dengan semangat penguatan karakter peserta didik melalui kegiatan yang edukatif, inspiratif, dan kompetitif.

Ai Sadidah menjelaskan bahwa FLS3N bertujuan untuk mengembangkan bakat, minat, dan kreativitas siswa di bidang seni dan sastra; Menumbuhkan karakter yang beriman, kreatif, disiplin, mandiri, dan sportif; Menjaring peserta didik bertalenta untuk dibina ke jenjang kompetisi yang lebih tinggi; Meningkatkan apresiasi terhadap seni dan sastra sebagai bagian penting pembentukan karakter; dan Mendukung implementasi Merdeka Belajar dan penguatan Profil Lulusan Pendidikan Indonesia. (Jajang Sukmana)