GARUT — Yayasan Prima Insani Garut menggelar Seminar Disiplin Positif bertajuk “Nyalakan 10 Tombol Ajaib Anak Anda”, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 08.30 hingga 12.00 WIB tersebut diikuti 153 peserta dari berbagai jenjang sekolah serta masyarakat umum.
Seminar ini terbuka bagi guru, orang tua, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Kegiatan menjadi ruang belajar bersama untuk memperkuat pemahaman mengenai pola pendampingan anak yang menekankan disiplin tanpa harus mengandalkan ceramah, perintah, maupun kemarahan.
Hadir sebagai narasumber, Irfan Amali, peraih Kick Andy Heroes 2021, serta A.M. Shidqie, anak Indonesia pertama yang meraih beasiswa TETR College of Business dan memiliki pengalaman belajar di tujuh negara.
Melalui seminar tersebut, peserta diajak memahami formula disiplin positif yang memadukan teori dengan pengalaman praktis dalam mendampingi dan membesarkan anak, mengelola lembaga pendidikan, serta melatih guru di berbagai kota di Indonesia hingga Malaysia.

Ketua Yayasan Prima Insani, Hj. Lilis Rostina, M.Pd., dalam sambutannya mengatakan, mendidik anak merupakan perjalanan yang tidak selalu mudah. Anak, menurutnya, bukan hanya membutuhkan aturan, tetapi juga membutuhkan orang dewasa yang mampu memahami, mendengarkan, membimbing, dan memberikan keteladanan.
“Anak tidak hanya membutuhkan aturan, tetapi juga membutuhkan orang dewasa yang mampu memahami, mendengarkan, membimbing, dan memberikan teladan,” ujar Lilis dalam sambutannya.
Ia berharap Seminar Disiplin Positif dapat memberikan wawasan sekaligus cara-cara praktis bagi peserta dalam menerapkan disiplin positif, sehingga anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab, percaya diri, dan memiliki karakter baik.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting karena proses pendidikan anak berlangsung tidak hanya di sekolah, tetapi juga di lingkungan keluarga dan masyarakat. Karena itu, orang dewasa perlu membangun pola pendampingan yang mampu mendukung perkembangan anak secara utuh.

“Semoga kehadiran Bapak/Ibu hari ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi langkah kecil untuk menghadirkan perubahan positif dalam cara kita mendampingi anak, baik di rumah maupun di sekolah,” katanya.
Seminar juga membawa pesan utama agar disiplin tidak identik dengan tekanan. Peserta didorong untuk mendampingi anak agar berkembang secara emosional, sosial, spiritual, dan finansial, sekaligus menumbuhkan kemandirian serta rasa tanggung jawab.
Lilis menyampaikan apresiasi kepada para narasumber, panitia, seluruh pihak yang mendukung kegiatan, serta 153 peserta yang telah hadir dan mengikuti kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada para narasumber, panitia, seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan ini, dan tentunya seluruh peserta yang telah hadir,” ujarnya.

Melalui kegiatan tersebut, Yayasan Prima Insani Garut berharap semangat disiplin positif tidak berhenti di ruang seminar, tetapi dapat diterapkan dalam keseharian para peserta ketika mendampingi anak di rumah, sekolah, maupun lingkungan sosial. (Jajang Sukmana)





































