Garut, Kamis (6/8/2026) – Pengawas SMP bersama Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Basa Sunda Kabupaten Garut menggelar rapat koordinasi persiapan pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Ruang Pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Kamis (6/8/2026).
Rapat dipimpin oleh Sekretaris Umum Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah (MKPS) SMP Kabupaten Garut, H. Budi Purnama Alam, S.Pd., M.Pd., mewakili Ketua MKPS. Hadir pula Ketua MGMP Basa Sunda Kabupaten Garut, Muhidin, S.Pd., beserta jajaran pengurus, panitia teknis FTBI dari unsur pengawas SMP, pelaksana Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, serta Kasi Kelembagaan dan Kesiswaan yang mengikuti pembahasan melalui sambungan telepon karena tengah melaksanakan tugas di luar kantor.

Saat dihubungi melalui sambungan telepon, H. Budi Purnama Alam menjelaskan bahwa rapat difokuskan pada sejumlah agenda penting sebagai upaya mematangkan pelaksanaan FTBI tingkat Kabupaten Garut.
“Pembahasan diawali dengan mengkaji petunjuk teknis FTBI tingkat Provinsi Jawa Barat yang akan menjadi acuan dalam penyelenggaraan FTBI tingkat Kabupaten Garut. Selain itu, dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan tahun sebelumnya, termasuk pembahasan dan pengajuan calon girang pangajen atau dewan juri untuk FTBI Tahun 2026,” ujarnya.
Selain itu, rapat juga mengevaluasi capaian kontingen Kabupaten Garut pada FTBI tingkat Provinsi yang dinilai belum memenuhi target yang diharapkan. Hasil evaluasi tersebut menjadi bahan penyusunan strategi pembinaan agar prestasi peserta Kabupaten Garut dapat meningkat pada penyelenggaraan tahun ini.
Dalam rapat tersebut juga disepakati jadwal pelaksanaan FTBI Kabupaten Garut Tahun 2026 yang akan digelar pada 27–28 Agustus 2026.
“Melalui koordinasi ini, diharapkan seluruh unsur yang terlibat dapat menyatukan langkah dalam mempersiapkan FTBI secara optimal, sehingga mampu melahirkan peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Garut pada FTBI tingkat Provinsi Jawa Barat sekaligus memperkuat upaya pelestarian bahasa dan budaya Sunda di kalangan generasi muda,” tandas H. Budi Purnama Alam. (Jajang Sukmana)





































