SDN 3 Sukanegla Garut Terapkan Bata Plastik Daur Ulang untuk Dukung Pendidikan Berkelanjutan

0
85
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin bersama perwakilan Yayasan Bakti Barito melakukan peletakan bata plastik daur ulang pertama pada pembangunan SDN 3 Sukanegla, Garut, Kamis (11/6/2026). Foto: Hendra YG.

GARUT – Upaya mewujudkan lingkungan belajar yang ramah lingkungan mulai diterapkan di SDN 3 Sukanegla, Kelurahan Sukanegla, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Hal tersebut ditandai dengan peletakan bata plastik daur ulang pertama pada pembangunan gedung sekolah, Kamis (11/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, sebagai bentuk dukungan terhadap inovasi pembangunan infrastruktur pendidikan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan.

Pembangunan fasilitas pendidikan di SDN 3 Sukanegla mendapat dukungan dari Yayasan Bakti Barito melalui bantuan pembangunan dua ruang kelas baru (RKB) dan fasilitas sanitasi. Menariknya, proyek ini memanfaatkan material hasil daur ulang sampah plastik sebagai bagian dari konsep pembangunan berkelanjutan.

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor sosial dalam menghadirkan fasilitas sekolah yang lebih ramah lingkungan. Menurutnya, pemanfaatan material daur ulang menjadi contoh nyata penerapan ekonomi sirkular yang sejalan dengan arah pembangunan daerah.

Ia menilai inovasi tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas sarana pendidikan, tetapi juga dapat mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.

“Pemanfaatan material hasil daur ulang pada pembangunan sekolah ini merupakan langkah positif yang patut didukung. Selain memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, inisiatif ini juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” ujarnya.

Bupati berharap program serupa dapat diperluas ke berbagai wilayah lain di Kabupaten Garut sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat dan satuan pendidikan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Bakti Barito, Fifi Pangestu, menjelaskan bahwa pembangunan gedung baru SDN 3 Sukanegla membawa pesan kuat mengenai pentingnya transformasi sampah menjadi sumber daya yang bernilai guna.

Menurutnya, material yang digunakan berasal dari sampah plastik residu, yakni jenis sampah yang umumnya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) karena sulit diolah melalui metode daur ulang konvensional. Melalui teknologi pengolahan yang tepat, limbah tersebut kemudian dimanfaatkan menjadi berbagai komponen bangunan.

Tidak hanya digunakan sebagai panel dinding pengganti bata konvensional, material daur ulang tersebut juga diaplikasikan pada plafon serta sistem perpipaan air yang terintegrasi dalam bangunan sekolah.

Fifi menegaskan bahwa proyek ini menjadi bukti bahwa sampah residu dapat menjadi bagian dari solusi lingkungan sekaligus mendukung penyediaan fasilitas pendidikan yang lebih baik.

“Melalui proyek ini, kami ingin menunjukkan bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai masih dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan infrastruktur yang bermanfaat. Selain membantu mengurangi timbulan sampah, langkah ini juga mendukung terciptanya fasilitas pendidikan yang lebih berkualitas bagi generasi mendatang,” katanya.

Pembangunan SDN 3 Sukanegla diharapkan menjadi contoh penerapan inovasi ramah lingkungan di sektor pendidikan sekaligus menginspirasi lahirnya berbagai inisiatif serupa dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Garut. (Hendra YG)***