Garut – Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, mengunjungi rumah milik Deden Angga Nazmudin, seorang PPPK paruh waktu yang bertugas di SDN 2 Cijolang, Kecamatan Limbangan, yang ambruk akibat musibah pada Rabu (29/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Rumah tersebut berada di Kampung Sukadana RT 03 RW 01, Desa Cigagade, Kecamatan Limbangan. Sebagai PPPK paruh waktu dengan penghasilan sekitar Rp700 ribu per bulan, musibah yang dialami Deden dinilai menjadi beban yang sangat berat karena ia tidak memiliki tabungan untuk memperbaiki rumahnya.
Pada Minggu (2/8/2026), Yudha Puja Turnawan bersama Satgas Pusdalops PB BPBD Kabupaten Garut, Tono Hartono, dan Yoga Abdurrahman Hakim meninjau langsung kondisi rumah yang ambruk tersebut.
Dalam kesempatan itu, BPBD Kabupaten Garut menyalurkan bantuan darurat berupa terpal, matras, perlengkapan anak, serta paket sembako untuk membantu kebutuhan keluarga korban. Sementara itu, Yudha turut memberikan santunan berupa bantuan uang tunai dan bingkisan sembako sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah yang dialami Deden beserta keluarganya.
Menurut Yudha, peristiwa tersebut menjadi gambaran masih terbatasnya anggaran pemerintah daerah dalam membantu masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana maupun kebakaran.
Ia mengungkapkan bahwa alokasi anggaran pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Garut untuk bantuan bahan bangunan bagi rumah kebakaran dan rumah ambruk hanya sekitar Rp500 juta. Dengan anggaran yang relatif kecil, banyak warga terdampak yang belum dapat memperoleh bantuan.
“Berdasarkan data, dari sekitar 150 lokasi rumah kebakaran sejak awal tahun hingga Juli 2026, hanya sebagian kecil yang mendapatkan bantuan. Demikian pula dengan rumah ambruk, belum semuanya dapat tertangani,” ujarnya.
Yudha juga menyampaikan, berdasarkan hasil asesmen BPBD Kabupaten Garut, sejak awal tahun hingga 2 Agustus 2026 tercatat sebanyak 371 unit rumah mengalami rusak ringan, 43 unit rusak sedang, dan 37 unit rusak berat akibat bencana hidrometeorologi.
Atas kondisi tersebut, Yudha mendorong Pemerintah Kabupaten Garut agar meningkatkan alokasi anggaran bantuan bahan bangunan bagi korban rumah ambruk dan kebakaran pada APBD Tahun 2027 sehingga lebih banyak masyarakat terdampak yang dapat memperoleh bantuan.
Selain itu, ia juga mengusulkan agar Bupati Garut segera membentuk Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP) sehingga dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari dunia usaha dapat disinergikan untuk membantu warga yang mengalami musibah rumah kebakaran maupun rumah ambruk.
Yudha juga berharap Bupati Garut dapat menginstruksikan BAZNAS Kabupaten Garut agar lebih aktif memberikan bantuan kepada masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran maupun rumah ambruk.
“Dari ratusan kejadian rumah kebakaran maupun rumah ambruk sepanjang tahun 2026, masih sangat sedikit warga yang memperoleh bantuan dari BAZNAS. Ke depan, sinergi pemerintah, dunia usaha, dan lembaga zakat perlu diperkuat agar penanganan korban bencana menjadi lebih optimal,” katanya.
Ia pun berharap Deden Angga Nazmudin sebagai PPPK paruh waktu dapat memperoleh perhatian dan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Garut sehingga rumahnya dapat segera diperbaiki dan kembali layak dihuni. (*)



































