Macangkrama Pileuleuyan SMPN 4 Garut: Lulusan Tinggalkan Kenangan melalui Penanaman Pohon

0
188
Kepala SMPN 4 Garut, Iim Hilman Salim, S.Pd., M.Pd., didampingi Ketua Komite Sekolah, Dida Suhada, melakukan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan. Kegiatan tersebut secara serentak diikuti oleh seluruh murid kelas IX yang didampingi wali kelas masing-masing dalam rangkaian acara Macangkrama Pileuleuyan Tahun Pelajaran 2025/2026, Kamis (4/6/2026).

GARUT, Kamis (4/6/2026) – Sebanyak 437 murid lulusan Tahun Pelajaran 2025/2026 mengikuti kegiatan Macangkrama Pileuleuyan SMPN 4 Garut bertema “Melakeun Kanyaah Keur Teangeun Mangsa Datang” yang berlangsung di lapangan upacara SMPN 4 Garut, Jalan Ahmad Yani No. 160, Kelurahan Ciwalen, Kecamatan Garut Kota.

Kegiatan yang dikemas sederhana namun sarat makna tersebut menjadi ajang perpisahan sekaligus ungkapan rasa syukur para lulusan setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun di SMPN 4 Garut. Seluruh murid kelas IX duduk bersama di lapangan sekolah, disaksikan oleh Kepala SMPN 4 Garut beserta jajaran guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, perwakilan orang tua, serta seluruh organisasi siswa.

Prosesi acara diawali dengan penyambutan Kepala SMPN 4 Garut dan dewan guru yang diiringi tari tradisional Sunda. Suasana semakin semarak dengan penampilan tari jaipongan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, shalawat, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Menariknya, hampir seluruh rangkaian acara, mulai dari pembawa acara, laporan panitia, hingga sambutan, disampaikan menggunakan Bahasa Sunda sebagai bentuk pelestarian budaya daerah.

Ketua panitia, Ai Teti Rustianti, S.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan paturay tineung ini merupakan hasil kesepakatan para siswa kelas IX yang kemudian dikomunikasikan kepada orang tua melalui Komite Sekolah. Setelah melalui musyawarah, seluruh pihak menyetujui pelaksanaan kegiatan perpisahan di lingkungan sekolah sesuai arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar dilaksanakan secara sederhana, edukatif, dan memaksimalkan potensi peserta didik.

“Perpisahan tahun ini mengambil tema Melakeun Kanyaah Keur Teangeun Mangsa Datang. Kami ingin meninggalkan kenangan yang bermanfaat bagi sekolah. Karena itu para siswa didorong untuk berkontribusi melalui kegiatan yang bernilai edukatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ai Teti Rustianti, S.Pd

Salah satu hal yang menjadi keunikan dalam kegiatan tersebut adalah kontribusi para lulusan dalam mendukung program Sakola Hébat. Sebanyak sebelas pohon ketapang ditanam di lingkungan sekolah sebagai simbol kecintaan dan kepedulian terhadap almamater. Selain itu, para siswa juga menyumbangkan dua pintu toilet berbahan besi untuk fasilitas toilet putra dan putri.

Menurut panitia, sumbangan tersebut diharapkan menjadi kenangan yang tidak lekang oleh waktu serta memberikan manfaat bagi seluruh warga sekolah di masa mendatang.

Selain prosesi perpisahan, kegiatan juga diisi dengan Macangkrama Pileuleuyan, yaitu ajang bercengkerama dan hiburan bagi para lulusan. Berbagai penampilan seni ditampilkan, bahkan sebagian besar dipersembahkan langsung oleh siswa kelas IX sebagai penampilan terakhir mereka di hadapan warga sekolah. Pada kesempatan itu pula panitia menyerahkan medali kepada para lulusan sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan pendidikan mereka selama di SMPN 4 Garut.

Kepala SMPN 4 Garut, Iim Hilman Salim, S.Pd., M.Pd

Kepala SMPN 4 Garut, Iim Hilman Salim, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang berlangsung sederhana, penuh kekeluargaan, serta memberikan nilai pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan. Menurutnya, perpisahan tidak harus dirayakan secara mewah, tetapi dapat menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan, rasa syukur, dan kecintaan kepada sekolah.

“Melalui penanaman pohon dan berbagai bentuk kontribusi lainnya, para lulusan telah menunjukkan bahwa mereka tidak hanya meninggalkan sekolah, tetapi juga meninggalkan jejak kebaikan yang akan terus tumbuh dan memberi manfaat bagi generasi berikutnya,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Paturay Tineung Kelas IX SMPN 4 Garut Tahun 2026 ditutup dengan kegiatan olahraga air yang didukung oleh tim Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Garut. Kegiatan tersebut menjadi hiburan sekaligus sarana mempererat kebersamaan sebelum para lulusan melangkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Dengan semangat “Melakeun Kanyaah Keur Teangeun Mangsa Datang“, para lulusan SMPN 4 Garut tidak hanya berpamitan, tetapi juga meninggalkan warisan kepedulian, kebersamaan, dan kecintaan terhadap sekolah yang telah menjadi tempat mereka tumbuh dan belajar selama tiga tahun terakhir. (Jajang Sukmana)